PT MASKAPAI REASURANSI INDONESIA TBK. MEMBUKUKAN KINERJA POSITIF DI TAHUN BUKU 2022

MAREIN-MEMBUKUKAN-KINERJA-POSITIF-DI-TAHUN-BUKU-2022

Jakarta – PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (“Perseroan”) mengumumkan kinerja positif sepanjang tahun 2022 dengan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp37,59 miliar, meningkat 112,9% dibandingkan tahun 2021. Rasio Solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) Perseroan pun turut meningkat pada tahun 2022 menjadi 279,3% dari tahun sebelumnya 239,0%, tercatat rasio tersebut jauh melampaui rasio minimum sebesar 120% yang disyaratkan Regulator.


Meningkatnya kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2022, mendapatkan afirmasi peringkat yang tetap yaitu AA-(idn) dan BB+(int) dan membuahkan hasil status outlook peringkat Perseroan dari “negatif” menjadi “stabil” oleh Fitch Ratings per April 2023. Kinerja Perseroan diharap akan tetap meningkat kedepannya didorong faktor berkurangnya klaim terkait Covid-19 dan manajemen risiko yang terjaga dengan baik.


Perseroan telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 25 Mei 2023 bertempat di MLC Lounge Plaza Marein. Hadir dalam RUPST jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, anggota Dewan Pengawas Syariah, bersama dengan pihak Notaris, Biro Administrasi Efek, Auditor Eksternal dan perwakilan Pemegang Saham.


Selain menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2022, RUPST memutuskan pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp7,77 miliar atau sebesar 20,7% dari laba bersih tahun buku 2022, adanya perubahan Dewan Pengawas Syariah Perseroan, perubahan Anggaran Dasar Perseroan, dan pemaparan 4 agenda lainnya. 


Setelah pelaksanaan RUPST, pada hari yang sama Perseroan melaksanakan paparan publik (Public Expose) 2023 bertempat di MLC Lounge, Plaza Marein. Dalam Public Expose tersebut dipaparkan kinerja Perseroan tahun buku 2022. Presiden Direktur Perseroan, Yanto Jayadi Wibisono mengungkapkan “pada kinerja kuartal I-2023 terdapat kenaikan premi bruto sebesar 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp651,72 miliar yang disebabkan karena kenaikan premi pada lini usaha umum dan jiwa. Selain itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp28,45 miliar”. Beliau menambahkan “Manajemen telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk melanjutkan perbaikan kinerja Perusahaan. Diantaranya penyeimbangan portofolio perusahaan, meningkatkan kualitas SDM dengan peningkatan program internalisasi budaya perusahaan, serta penyempurnaan sistem teknologi informasi dalam rangka  customer satisfaction”.