PT MASKAPAI REASURANSI INDONESIA TBK. TELAH MELAKSANAKAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2021

MREITELAHMELAKSANAKANRUPSTTAHUNBUKU2021

Jakarta – Pada Kamis, 23 Juni 2022, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (“Marein”) telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham atas seluruh agenda rapat yang sudah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2021.

 

Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19 dan menyebabkan terjadinya gelombang kedua pada tahun 2021 lalu, sehingga memberikan dampak kenaikan klaim yang signifikan terhadap kinerja industri asuransi jiwa, tidak terkecuali kinerja Marein.

 

Sebagai dampak pandemi Covid-19, dalam laporan tahunan 2021 Perseroan mencatatkan laba bersih negatif sebesar Rp291,0 miliar, dan penurunan pendapatan premi bruto sebesar 3,1% atau sebesar Rp82,0 miliar dari Rp2,6 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp2,5 triliun pada tahun 2021. Hal ini dikarenakan adanya penurunan kinerja operasional dari portofolio bisnis reasuransi jiwa. Namun demikian disisi lain terdapat kenaikan hasil investasi sebesar 42,2% atau menjadi Rp165,4 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp116,3 miliar.

 

“Berbagai langkah-langkah strategis telah dilakukan Manajemen agar Marein tetap dapat mempertahankan pencapaian rasio-rasio keuangan yang baik dan sehat. Tingkat solvabilitas Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar 239,0%, di atas batas yang ditetapkan regulator,” kata Yanto Jayadi Wibisono, selaku Presiden Direktur Marein.

 

Disamping itu juga, tidak terjadi penurunan terhadap rating Perseroan dari Fitch Ratings, yaitu AA- untuk rating Indonesia dan BB+ untuk rating Internasiona.

 

Perseroan optimis tahun 2022 akan merealisasikan kinerja positif. Pada kuartal pertama tahun 2022, Perseroan telah berhasil membukukan laba bersih positif sebesar Rp48,5 miliar. Perseroan secara aktif melakukan analisis risiko terkait eksposur bisnis yang dimiliki terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 dan perekonomian global yang penuh dengan ketidakpastian ini. Selain itu, Perseroan juga mengambil langkah antisipatif atas dampak pandemi dengan melakukan optimalisasi arus kas dan peningkatan cadangan, termasuk menjaga komunikasi dengan seluruh stakeholders, serta menerapkan praktik customer oriented untuk tetap memberikan layanan yang optimal dalam rangka menjaga kepercayaan nasabah terhadap Perseroan.