Marein Prediksi Premi Terkoreksi 7% di 2020

MareinPrediksiPremiTerkoreksi7Persendi2020

investor.id -- PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) memprediksi premi tahun 2020 akan terkoreksi sebesar 7%. Sampai akhir tahun 2019, perseroan masih mampu meraup premi mencapai Rp 2,74 triliun atau tumbuh sebesar 23,5% secara tahunan (year on year/yoy).

Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan, industri reasuransi turut terkena dampak Covid-19 dan membuat perolehan premi tahun 2020 ikut terkoreksi. Pertumbuhannya sepanjang tahun ini bahkan untuk sementara diprediksi bisa negatif.


"Angka-angka akan berubah setiap bulan, angka terakhir kita turun tidak sampai 20%, proyeksi terakhir kita itu premi turun 7%. Saya kira ini akan terus berubah seiring dengan kegiatan ekonomi kita sampai akhir tahun," kata Yanto secara virtual seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019, Rabu (12/8). Kendati demikian, kata dia, dalam situasi krisis seperti ini perseroan masih mampu menjaga arus kas (cash flow) dengan baik. Hal itu menjadi capaian tersendiri saat premi menurun dan klaim yang dibayarkan diprediksi meningkat.


Peningkatan klaim itu utamanya dipengaruhi bencana banjir di sejumlah wilayah di Indonesia pada awal 2020. Selain premi, Yanto mengemukakan, hasil investasi di akhir 2020 pun akan menurun karena sejumlah alasan. Utamanya karena pergerakan harga saham yang sempat tersendat dan bunga deposito yang terus menurun. Secara umum, portofolio investasi perseroan cenderung konservatif dengan penempatan instrumen investasi obligasi dan deposito, sebagian kecil lain terdapat di saham dan reksa dana.


Dia menuturkan, perseroan berupaya menjaga keberlangsungan bisnis atas dampak Covid-19 dengan menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas SDM, menyempurnakan sistem manajemen risiko melalui Three Lines of Defense, dan berupaya menjaga rasio risk based capital (RBC) lebih dari 200%. Kemudian turut menyeimbangkan distribusi portofolio, berorientasi pada customer satisfaction, penyempurnaan sistem teknologi informasi, serta yang paling penting menjaga arus kas dan meningkatkan cadangan. Kinerja 2019 Di sisi lain, pada tahun buku 2019 perseroan berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp 179,3 miliar atau meningkat 27,3% (yoy).


Selain pendapatan premi yang turut mengerek perolehan laba, hasil investasi juga memiliki peran tersendiri dengan perolehan sebesar Rp 129,3 miliar atau naik 56,0% (yoy). Catatan negatif perseroan pada tahun 2019 hanya disokong dari hasil underwriting yang turun 5,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 161,1 miliar. Direktur Independen Marein Trinita Situmeang menerangkan, realisasi dari hasil underwriting tahun 2019 disebabkan beberapa bencana pada 2018.


"Semua industri, baik asuransi atau reasuransi itu mengalami penurunan. Pada 2018 itu kan ada gempa, ada tiga gempa yakni di Palu, Lombok, dan Selat Sunda. Kita sedang proses klaim (terkait bencana itu) saat 2019 dan juga karena melakukan pencadangan," ujar Trinita menambahkan. Sementara itu, total aset tahun 2019 Marein tercatat sebesar Rp 3,92 triliun atau naik 14,3% (yoy).


Hal itu dipengaruhi peningkatan aset investasi sebesar 20,2% (yoy) menjadi Rp 2,21 triliun, serta aset non investasi meningkat 7,4% (yoy) menjadi Rp 1,70 triliun. Liabilitas perseroan naik 15,1% (yoy) menjadi Rp 2,32 triliun. Sedangkan akuitas tercatat sebesar Rp 1,59 triliun atau naik13,1% (yoy). Tingkat solvabilitas atau RBC konvensional dan syariah masing-masing tercatat pada posisi 3,42,3% dan 183,0%, terjaga di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.


Sumber: https://investor.id/insurance/marein-prediksi-premi-terkoreksi-7-di-2020