Laporan Informasi atau Fakta Material Penjelasan atas Kenaikan/Penurunan Laporan Laba Rugi PT Maskapai Reasuransi Tbk. 2021
Pada tahun 2021 Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19, gelombang kedua Covid-19 tersebut memberikan imbas yang signifikan terhadap kinerja industri asuransi terutama pada industri asuransi jiwa. Peningkatan beban klaim terjadi dalam skala yang begitu masif akibat drastisnya peningkatan baik kasus terkonfirmasi positif maupun kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia. Sejalan dengan kinerja industri asuransi jiwa yang mengalami penurunan, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (“Perseroan”) mencatatkan penurunan kinerja operasional yang cukup signifikan pada tahun 2021. Penurunan ini tidak lepas dari eksposur pada portofolio bisnis Perseroan yang memiliki porsi mayoritas pada bisnis reasuransi jiwa.
Perseroan membukukan total pendapatan premi bruto Perseroan sebesar Rp2,5 triliun, menurun sebesar 3,1% atau sebesar Rp82,0 miliar dibandingkan dengan pencatatan tahun 2020 sebesar Rp2,6 triliun. Hal ini diakibatkan oleh turunnya pendapatan premi pada industri asuransi jiwa. Pendapatan underwriting Perseroan terbagi atas premi bruto, premi retrosesi, dan pendapatan premi yang belum merupakan pendapatan. Total pendapatan underwriting Perseroan pada 2021 tercatat sebesar Rp1,5 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 0,7% atau sekitar Rp11,0 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada pendapatan underwriting disebabkan oleh penurunan premi retrosesi. Hasil investasi Perseroan sepanjang tahun 2021 berhasil membukukan Rp165,4 miliar atau tumbuh sebesar Rp49,1 miliar atau 42,2% dari tahun 2020 yaitu sebesar Rp116,3 miliar. Hasil investasi tersebut terutama didominasi oleh kenaikan nilai pasar dan keuntungan atas realisasi instrumen investasi. Dengan demikian, total laba tahun berjalan Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar (Rp291,0) miliar atau menurun sebesar 376,7% dari tahun 2020, yang didominasi oleh kenaikan klaim.
Menyikapi hal tersebut, Perseroan telah mempersiapkan berbagai langkah strategis seperti melakukan beberapa kebijakan, penyesuaian dan penyeimbangan portofolio bisnis terutama pada segmen reasuransi jiwa. Aspek lain yang juga telah dilakukan yaitu penyempurnaan sistem manajemen risiko pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, peningkatan layanan nasabah melalui teknologi informasi, serta peningkatan berkelanjutan terhadap kualitas SDM Perseroan.
Indonesia
English