RBC Menyusut, Marein Belum Berencana Tambah Modal

RBC-Menyusut-Marein-Belum-Berencana-Tambah-Modal

Bisnis.com, JAKARTA--Rasio permodalan atau risk based capital (RBC) PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) atau Marein sepanjang tahun lalu menyusut akibat dampak pandemi Covid-19. Sampai dengan akhir tahun lalu, RBC konvensional peseroan berada di level 239%. Angka tersebut menurun dari posisi di 2020 yang mencapai 358,5%. Meski mengalami penurunan, Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan, RBC perseroan tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum yang dipersyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.


"Kami bersyukur Marein sebelum ada pandemi memang risk appetite, risk management cukup solid. Oleh karena itu, pandemi ini membuat RBC tergerus sekitar 100%. Tapi closing Desember itu masih cukup lumayan jauh dari batas RBC 120%," ujar Yanto dalam Public Expose Marein Tahun 2022, Kamis (23/6/2022).


Adapun, sepanjang 2021, ekuitas perseroan tergerus sebesar 21,2 persen, yakni dari Rp1,75 triliun di 2020 menjadi Rp1,38 triliun di 2021. Meski permodalan menyusut, perseroan pada tahun ini belum memiliki rencana untuk melakukan penambahan modal. "Kami belum ada rencana peningkatan modal, kami perusahaan terbuka juga akan melihat situasi jika waktunya tepat, tadi kan ada inflasi, pandemi," tutur Yanto.


Dia pun optimistis perseroan dapat mengelola RBC tetap di atas 200 persen melalui perolehan laba ditahan di 2022. Seiring membaiknya kondisi pandemi, perseroan optimistis dapat membukukan peningkatan laba bersih sekitar 110% year-on-year di 2022, setelah membukukan rugi bersih senilai Rp291 miliar di 2021.


Sumber: https://finansial.bisnis.com/read/20220624/215/1547266/rbc-menyusut-marein-belum-berencana-tambah-modal